
Sumber: stock.adobe.com
Pembangkit Listrik Tenaga Bayu/Angin (PLTB) menjadi salah satu sumber energi terbarukan yang mulai dilirik dalam upaya transisi energi di Indonesia. Dilansir dari Katadata, potensi teknis energi angin di Indonesia mencapai lebih dari 60 Gigawatt yang tersebar di 38 provinsi. Angka ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki cadangan energi angin yang sangat besar, bahkan mampu menyuplai kebutuhan listrik dalam skala luas jika dimanfaatkan secara optimal. Namun, hingga saat ini pemanfaatannya masih tergolong terbatas dibandingkan potensinya, sehingga percepatan pengembangan PLTB menjadi langkah penting dalam mendukung transisi energi bersih nasional.
Di sisi lain, Indonesia telah memiliki salah satu PLTB terbesar di Asia Tenggara, seperti PLTB Sidrap di Sulawesi Selatan dengan kapasitas sekitar 75 Megawatt, yang menjadi bukti bahwa energi angin dapat diimplementasikan secara nyata. Selain itu, rencana pembangunan PLTB berkapasitas hingga 200 Megawatt di Banyuwangi juga menunjukkan komitmen dalam memperluas pemanfaatan energi terbarukan. Lantas, bagaimana sebenarnya potensi PLTB di Indonesia, peran riset dalam pengembangannya, serta langkah strategis yang dilakukan untuk mempercepat implementasinya? Mari simak pembahasannya dalam artikel berikut ini!
Mengenal Komponen Bayu Si Penghasil Listrik
Bayu, atau yang dikenal sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB), merupakan teknologi pembangkit listrik yang memanfaatkan energi angin sebagai sumber utama. Angin yang bergerak memiliki energi kinetik yang kemudian ditangkap oleh turbin untuk diubah menjadi energi mekanik. Energi tersebut selanjutnya dikonversi menjadi energi listrik yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Sebagai salah satu sumber energi baru terbarukan, PLTB memiliki keunggulan karena tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca dan memanfaatkan sumber daya alam yang tersedia secara alami. Pemanfaatan energi angin ini sangat bergantung pada kondisi geografis dan kecepatan angin di suatu wilayah, sehingga pengembangannya biasanya difokuskan pada daerah dengan potensi angin yang stabil dan cukup kuat.
Provinsi dengan Potensi Teknis Kapasitas PLTB Tertinggi
Berdasarkan riset Institute for Essential Services Reform (IESR) Indonesia memiliki potensi teknis untuk pemasangan PLTB di daratan (onshore) dengan kapasitas total 246,2 Gigawatt (GW), terdapat 341 lokasi di berbagai provinsi Indonesia yang secara teknis potensial untuk pemasangan PLTB onshore. Nusa Tenggara Timur, Papua Selatan, Maluku, dan Sulawesi Selatan menjadi provinsi dengan potensi terbesar seperti pada tabel berikut:
| Provinsi | Nilai Megawatt (MW) |
| Nusa Tenggara Timur | 65.624 |
| Papua Selatan | 53.536 |
| Maluku | 41.120 |
| Sulawesi Selatan | 25.260 |
| Jawa Tengah | 8.320 |
| Nusa Tenggara Barat | 7.972 |
| Jawa Timur | 7.256 |
| Jawa Barat | 6.184 |
Pengembangan PLTB di Indonesia Terus Dipercepat
Pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) di Indonesia masih sangat rendah, hanya sekitar 0,3% dari total potensi yang tersedia. Padahal, potensinya di Indonesia sangat melimpah, mencapai lebih dari 3.600 GW, termasuk energi angin/bayu yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan melalui PLTB. Dengan dukungan riset, pengembangan teknologi, serta proyek-proyek strategis di berbagai daerah, PLTB dapat menjadi salah satu kunci dalam mempercepat transisi energi bersih sekaligus mendorong kemandirian energi nasional.
Penasaran dengan inovasi terbaru di sektor kelistrikan, energi baru terbarukan, dan pengolahan serta utilitas air? Ingin membuka peluang bisnis serta menjalin kolaborasi strategis di industri energi? Registrasi sekarang dan hindari antrean saat pameran berlangsung dengan cara klik tautan berikut: Pra-registrasi di sini!Bergabunglah bersama kami di Indonesia Energy Week Surabaya 2026. Kunjungi website kami di https://www.iee-series.com/surabaya/ untuk informasi terkini seputar industri kelistrikan, energi baru terbarukan, dan pengolahan serta utilitas air. Ikuti akun Instagram kami @ieeseries.surabaya & @electric.power.indonesia untuk mendapatkan update pameran dan insight terbaru dari industri.
Referensi
- brin.go.id (20 September 2023) “Pembangkit Listrik Tenaga Angin Poros Tegak Bertingkat sebagai Salah Satu Solusi Wujudkan Kedaulatan Energi Indonesia”. Diakses pada tanggal 13 April 2026 dari https://brin.go.id/news/115352/pembangkit-listrik-tenaga-angin-poros-tegak-bertingkat-sebagai-salah-satu-solusi-wujudkan-kedaulatan-energi-indonesia
- banyuwangikab.go.id (17 November 2025) “Dukung Kemandirian Energi Nasional, Pembangkit Listrik Tenaga Angin 200 Megawatt Akan Dibangun di Banyuwangi”. Diakses pada tanggal 13 April 2026 dari https://banyuwangikab.go.id/berita/dukung-kemandirian-energi-nasional-pembangkit-listrik-tenaga-angin-200-megawatt-akan-dibangun-di-banyuwangi
- databoks.katadata.co.id (26 Maret 2025) “Potensi Teknis Kapasitas PLTB di 38 Provinsi Indonesia”. Diakses pada tanggal 13 April 2026 dari https://databoks.katadata.co.id/demografi/statistik/67e3c73bd36e4/potensi-teknis-kapasitas-pltb-di-38-provinsi-indonesia
- katadata.co.id (04 Mei 2024) “Sederet Lokasi Pembangkit Tenaga Angin RI, Ada yang Terbesar di ASEAN”. Diakses pada tanggal 13 April 2026 dari https://katadata.co.id/ekonomi-hijau/energi-baru/66352602e89ac/sederet-lokasi-pembangkit-tenaga-angin-ri-ada-yang-terbesar-di-asean