
Kebutuhan energi bersih di Indonesia terus meningkat seiring dorongan transisi menuju pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT). Di tengah keterbatasan lahan untuk pembangunan pembangkit energi surya konvensional, floating solar atau PLTS terapung mulai dipandang sebagai solusi inovatif yang mampu memanfaatkan permukaan air seperti waduk, bendungan, dan danau sebagai lokasi pembangkit listrik tenaga surya. Potensinya pun sangat besar. Kementerian ESDM bersama Kementerian PUPR tengah membahas pengembangan PLTS terapung di sekitar 257 bendungan di Indonesia. Selain itu, potensi pengembangan floating solar di 36 lokasi danau di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 74,66 GW, menunjukkan besarnya peluang pemanfaatan energi surya terapung dalam mendukung ketahanan energi nasional dan percepatan transisi energi bersih.
Di berbagai negara, floating solar mulai berkembang sebagai alternatif pembangkit energi yang dinilai lebih efisien dalam penggunaan lahan sekaligus mampu mendukung pengelolaan sumber daya air. Indonesia sendiri memiliki potensi besar untuk mengembangkan teknologi ini mengingat jumlah waduk, bendungan, dan kawasan perairan yang cukup luas. Melalui artikel ini, akan dibahas lebih lanjut mengenai apa itu floating solar system, cara kerjanya, potensi pengembangannya di Indonesia, hingga berbagai tantangan dan peluang yang dimiliki teknologi ini dalam mendukung masa depan energi berkelanjutan.
Mengenal Floating Solar System dan Cara Kerjanya
Floating Solar System atau PLTS terapung merupakan sistem pembangkit listrik bertenaga surya yang dipasang di atas permukaan air seperti waduk, bendungan, danau, maupun kolam buatan. Berbeda dengan PLTS konvensional yang dipasang di daratan, floating solar menggunakan platform terapung khusus untuk menopang panel surya agar tetap stabil di atas air. Teknologi ini mulai banyak dikembangkan karena dinilai mampu menjadi solusi atas keterbatasan lahan sekaligus mendukung pemanfaatan area perairan yang belum digunakan secara optimal. Selain menghasilkan energi bersih, keberadaan panel surya di atas permukaan air juga dapat membantu mengurangi tingkat penguapan air pada waduk atau bendungan. Berikut gambaran cara kerja PLTS terapung:
| Penyerapan Energi Matahari | Platform & Mooring System | Proses Konversi Listrik | Distribusi Energi Listrik | Integrasi Infrastruktur |
| Panel surya menangkap sinar matahari dan mengubahnya menjadi energi listrik arus searah (DC). | Struktur pelampung menjaga panel tetap mengapung, sementara mooring system menjaga posisi tetap stabil. | Energi listrik yang dihasilkan dialirkan menuju inverter lalu diubah dari arus DC menjadi arus bolak-balik (AC). | Listrik yang telah dikonversi disalurkan melalui kabel dan infrastruktur pendukung menuju jaringan listrik. | Beberapa proyek floating solar dikembangkan terintegrasi dengan bendungan atau PLTA sehingga mampu mendukung sistem energi yang lebih efisien dan berkelanjutan. |
Mengapa Floating Solar Penting Dikembangkan di Indonesia?
- Efisiensi Penggunaan Lahan
Floating solar tidak membutuhkan area daratan yang luas sehingga menjadi solusi menarik di tengah keterbatasan lahan untuk pembangunan pembangkit energi surya konvensional. - Potensi Energi yang Besar
Indonesia memiliki banyak waduk, bendungan, dan danau yang berpotensi dimanfaatkan sebagai lokasi pengembangan PLTS terapung dalam skala besar. - Membantu Mengurangi Penguapan Air
Keberadaan panel surya di atas permukaan air dapat membantu mengurangi paparan sinar matahari secara langsung sehingga tingkat penguapan air pada waduk atau bendungan dapat ditekan. - Mendukung Transisi Energi Bersih
Floating solar menjadi salah satu teknologi yang dinilai mampu membantu meningkatkan pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) sekaligus mendukung target transisi energi nasional. - Dapat Terintegrasi dengan Infrastruktur Existing
PLTS terapung dapat dikembangkan bersamaan dengan bendungan atau PLTA yang sudah ada sehingga infrastruktur energi dan pengelolaan air dapat dimanfaatkan secara lebih optimal.
Potensi Floating Solar di Indonesia dan Asia Tenggara
Indonesia menjadi salah satu negara dengan potensi pengembangan floating solar terbesar di kawasan Asia Tenggara berkat banyaknya waduk, bendungan, dan danau yang tersebar di berbagai wilayah. Potensi ini semakin diperkuat dengan rencana pengembangan PLTS terapung di sekitar 257 bendungan yang tengah dibahas oleh Kementerian ESDM dan Kementerian PUPR. Selain itu, kajian potensi pada 36 lokasi danau di Indonesia menunjukkan kapasitas floating solar yang dapat mencapai sekitar 74,66 GW. Kehadiran PLTS terapung tidak hanya dinilai mampu meningkatkan kapasitas EBT nasional, tetapi juga menjadi solusi pemanfaatan ruang perairan secara lebih efisien tanpa mengganggu fungsi utama bendungan dan waduk, sekaligus mendukung percepatan transisi energi bersih serta penguatan ketahanan energi nasional di masa depan.
Sebaran Potensi Floating Solar di Indonesia
Berikut beberapa wilayah dengan potensi pengembangan PLTS terapung berdasarkan kajian potensi danau di Indonesia:
| Wilayah | Sebaran Waduk/Bendungan Potensial untuk PLTS Terapung | Potensi PLTS Terapung di 36 Lokasi Danau |
| Jawa – Bali | 9.076,95 MW (114 lokasi) | 641,3 MW (2 lokasi) |
| Sumatra | 1.967,56 MW (17 lokasi) | 34.867,9 MW (12 lokasi) |
| Kalimantan | 690,22 MW (11 lokasi) | 2.437,9 MW (3 lokasi) |
| Sulawesi | 1.646,84 MW (15 lokasi) | 24.415,6 MW (6 lokasi) |
| Maluku-Papua-Nusa Tenggara | 1.320,14 MW (100 Lokasi) | 12.302,4 MW (13 lokasi) |
Sumber: bloombergtechnoz.com
Peluang dan Tantangan Pengembangan Floating Solar di Indonesia
Meskipun memiliki potensi yang sangat besar, pengembangan floating solar di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari aspek regulasi, investasi, hingga kesiapan infrastruktur pendukung. Namun di sisi lain, perkembangan teknologi serta meningkatnya kebutuhan energi bersih juga membuka peluang besar bagi percepatan implementasi PLTS terapung di berbagai wilayah Indonesia. Kombinasi antara potensi sumber daya alam dan dukungan transisi energi menjadikan floating solar sebagai salah satu teknologi yang semakin diperhitungkan dalam pengembangan energi masa depan.
| Peluang | Tantangan |
| Mendukung Target Energi Baru Terbarukan Optimalisasi Waduk dan Bendungan Menarik Investasi Energi Bersih Mendorong Inovasi Teknologi Energi | Biaya Investasi Awal yang Masih Tinggi Kebutuhan Regulasi dan Perizinan Kondisi Lingkungan dan Cuaca Kesiapan Infrastruktur Pendukung |
Pengembangan Floating Solar sebagai Langkah Menuju Energi Bersih
Besarnya potensi floating solar di Indonesia menunjukkan bahwa pemanfaatan energi surya tidak lagi terbatas pada area daratan. Dengan dukungan ratusan bendungan, waduk, dan danau yang tersebar di berbagai wilayah, PLTS terapung berpeluang menjadi salah satu solusi strategis dalam mempercepat transisi energi bersih nasional. Selain membantu meningkatkan kapasitas EBT, floating solar juga dinilai mampu mengoptimalkan pemanfaatan ruang perairan, mendukung ketahanan energi, serta mendorong pengembangan teknologi energi yang lebih berkelanjutan di masa depan.
Penasaran dengan inovasi terbaru di sektor kelistrikan, energi baru terbarukan, dan pengolahan serta utilitas air? Ingin membuka peluang bisnis sekaligus menjalin kolaborasi strategis di industri energi? Registrasi sekarang dan hindari antrean saat pameran berlangsung dengan cara klik tautan berikut: Pra-registrasi di sini!
Bergabunglah bersama kami di Indonesia Energy Week Surabaya 2026. Kunjungi website kami di IEE Series Surabaya untuk informasi terkini seputar industri kelistrikan, energi baru terbarukan, dan pengolahan serta utilitas air. Ikuti juga akun Instagram @ieeseries.surabaya dan @electric.power.indonesia untuk mendapatkan update pameran dan insight terbaru dari industri.
Referensi
- bloombergtechnoz.com (15 Mei 2025) “257 Bendungan Bisa Buat PLTS Terapung, ESDM Bahas dengan PU”. Diakses pada tanggal 19 Mei 2026 dari https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/82772/257-bendungan-bisa-buat-plts-terapung-esdm-bahas-dengan-pu/2
- chandra-asri.com (8 Agustus 2024) “Floating Power Plants”. Diakses pada tanggal 19 Mei 2026 dari https://chandra-asri.com/en/blog/floating-power-plants
- iesr.or.id (2025) “Potensi PLTS Terapung di Indonesia”. Diakses pada tanggal 19 Mei 2026 dari https://iesr.or.id/wp-content/uploads/2025/05/Webinar-IESR-PLTS-Terapung-Potensi-PLTS-Terapung-di-Indonesia-David-F-Silalahi-1.pdf